Manfaat Cincau Hitam dan Cincau Hijau, Obat Mual hingga Anti Kanker

daun cincau hijau

Daun  cincau perdu (Premna oblongifolia) sebagai salah satu bahan cincau hijau. Tanamannya bisa setinggi 1-3 meter (Foto: BATUKITA.com)

BATUKITA, Kota Batu - Ada dua jenis cincau yang dikenal dan dikonsumsi masyarakat.  Yaitu cincau hitam dan cincau hijau. Bagaimana bentuk tanamannya? Apa manfaat dan resep membuat cincau? Berikut ulasan BATUKITA.com dari beragam sumber.

Dilansir dari  Ir Setijo Pitojo dan Zumiati dalam Cincau: Cara Pembuatan dan Variasi Olahannya (2005), cincau hitam berasal dari tanaman Mesona palustris (termasuk Mesona procumbens dan Mesona chinensis). Daun tanaman ini mirip daun mint, bergerigi di tepinya.

Sedangkan cincau hijau  berasal dari dua tanaman yang berbeda. Yaitu tanaman merambat Cylea berbata Myers dan tanaman perdu Premna oblongifolia. Dalam praktiknya, cincau hijau dari tanaman perdu (P. oblongifora) mempunyai produktivitas lebih tinggi dibanding dengan tanaman merambat C. barbata.

Dari produktivitas itu, banyak pembuat cincau dan pedagang es cincau hijau yang menggunakan tanaman perdu (P. oblongifora) untuk membuat cincau hijau.

Di masyarakat Jawa tanaman cincau hitam dikenal sebagai Janggelan. Di Bali es cincau diberi nama daluman. Nama lain dari cincau (hitam maupun hijau) adalah grass jelly atau ai-yu jelly.

tanaman Mesona palustris cincau hitam

Daun bahan cincau hitam dari tanaman Mesona palustris (Foto: Wira Abadi for BATUKITA.com)

Kata 'cincau' berasal dari dialek Hokkian yakni 'sienchau' (Hanzi: 仙草, pinyin: xiancao) yang lazim dilafalkan di kalangan Tionghoa Asia Tenggara. Cincau ini dalam bahasa asalnya berarti nama tumbuhan Mesona spp yang menjadi bahan pembuatan jelly ini.

Menurut Hatta Sunanto dalam Budidaya Cincau (1995), semenjak lama, tanaman cincau dimanfaatkan masyarakat secara tradisional sebagai  penurun panas, obat  panas  dalam,  obat  sakit  perut  (mual)  dan antikanker.

Dalam penelitian yang dilakukan Yunahara Farida dan Ivo Vanoria dari Fakultas Farmasi Universitas Pancasila, manfaat  dari cincau itu dipicu kandungan antioksidan.

Penelitian mereka membandingkan aktivitas antioksidan dari tiga macam cincau: cincau hitam, cincau hijau dan cincau perdu dengan metode peredaman radikal bebas DPPH.

Dari hasil penelitian, mereka menyimpulkan tanaman cincau memiliki aktivitas antioksidan kuat. Dan cincau hitam mempunyai aktivitas antioksidan paling tinggi.

Rangkuman Sudarminto Setyo Yuwono dari Universitas Brawijaya,  banyak manfaat yang didapat dari mengonsumsi cincau. Cincau hitam telah diketahui bersifat multifungsi sebagai antimutagenik, hepatoprotektor, antioksidan, imunomodulator dan berpotensi mencegah terjadinya karsinogenesis, antidiare, antidiabetes, antihipertensi, (Yen et al., 2001; Widyaningsih and Adilaras, 2013;Hung and Yen, 2002; Widyaningsih dkk., 2012, Widyaningsih dan Safitri, 2013; Yang, et al., 2008; Yeh, et al., 2008).

Menurut Widyaningsih (2009) serbuk ekstrak air cincau hitam hasil freeze drying memiliki aktivitas antioksidan sebesar 86,5%.

Menurut Melodita (2011), pada tanaman cincau hitam terdapat senyawa bioaktif antara lain flavonoid, polifenol, glikosida saponin, terpenoid, dan steroid.

Berdasarkan penelitian Rochmawati (2014) menyebutkan bahwa cincau hitam mengandung senyawa fenol. Senyawa fenol yang terdapat pada cincau hitam berkontribusi pada aktivitas antioksidan dan efek scavenging pada radikal bebas untuk mengobati suatu penyakit tertentu.

Ekstrak air cincau hitam mempunyai kandungan total fenol yang cukup dominan yaitu 170,33 mg/g (Widyaningsih, dkk., 2012).

Kandungan lain yang terdapat pada ekstrak air cincau hitam (Hsian-Tsao) yaitu β-carotene sebesar 0.21 mg/g, α-tocopherol sebesar 51.5 μg/g (Yen, et al., 2001).

Pada penelitian Hung and Yen (2002) menunjukkan bahwa kandungan asam kafeat yang diisolasi dari ekstrak air Hsian-Tsao (cincau hitam di Cina) mempunyai rendemen dan aktivitas antioksidan tertinggi jika dibandingkan komponen fenolik lain seperti protocatechuic acid, ρ-hedroxybenzoic acid, vanillic acid, dan syringic acid.

Kandungan cincau hijau yang tercatat antara lain isokandrodendrin, dimetil kurin dimetoidida dan alkaloid bisbenzilsokuinolin. Senyawa isokandrodendrin ini bisa untuk pencegahan terhadap serangan tumor. Senyawa dimetil kurin dimetoidida bermanfaat untuk pelemasan otot bagi anda yang sedang mengalami otot yang tegang.

Senyawa alkaloid bisbenzilsokuinolin ini dapat mengatasi radang tenggorokan, mengendalikan tekanan darah agar tetap normal dan menghambat metastasis atau penyebaran sel tumor yang tumbuh pada ginjal.

Nah, dari sekian banyak manfaat itu, sebaiknya mengonsumsi cincau buatan sendiri. Agar terjaga kebersihan dan juga keasliannya. Cara membuatnya gimana?

Dikutip dari Widiantoko dalam Cara Membuat Cincau Hijau, berikut ini resep membuat cincau hijau:

Bahan:
60 lembar daun cincau tua, cuci bersih; 400 mililiter air matang.

Cara membuat:
Daun cincau hijau diberi air sedikit demi sedikit sambil diremas-remas. Lakukan sampai air 400 mililiter habis. Biarkan beberapa waktu agar terendam. Ada yang disertai perebusan sejenak. Setelah itu, air dan daun hasil remasan tadi disaring.

Untuk membuat cairan perasan itu lebih kenyal, masukkan ke dalam lemari es sekitar 15-20 menit. Sajikan dengan santan dan gula merah atau sesuai selera. Selesai.


Es cincau hijau dan hitam dengan taburan gula merah....Yummy (Foto: pixfeeds for BATUKITA.com)

Meski kelihatan mudah, namun ada beberapa tips dan trik ketika membuat cincau. Tips pertama, supaya cincau cepat kenyal, bisa ditambah jeruk nipis sedikit waktu meremas daun cincau hijau.

Selain cepat kenyal, jelly yang dihasilkan lembut serta cincau hijau tidak bau daun. Untuk 60 lembar daun cincau, cukup 1 butir kecil jeruk. Bila terlalu banyak, rasa cincau bisa asam.

Tips kedua. Untuk menghindari kegagalan membuat cincau karena tidak mengental, jangan gunakan air terlalu banyak dan jumlah daun terlalu sedikit. Pastikan air sari cincau yang diremas sudah terlihat kental. Makin kental maka makin kenyal gel yang dihasilkan. Sedangkan kalau terlalu encer, pembuatan cincau gagal.

Tip ketiga, untuk menghindari bau cincau terlalu langu (bau daun), coba angin-anginkan daun beberapa jam atau seharian agar layu. Penyebab bau ini adalah getah batang. Kalau bisa buang semua tulang daun sebelum diremas-remas. Mudah kan?

Editor: Yosi Arbianto