Pakan Ayam dari Limbah Makanan Sisa, Begini Cara Membuatnya

makanan sisa untuk pakan ayam

Berlimpahnya limbah makanan sisa rumah tangga dan usaha kuliner (warung, resto) bermanfaat untuk pakan ternak ayam kampung. (Foto ilustrasi courtesy heidelberg.de for BATUKITA.com)

BATUKITA.COM-Kota Batu - Berlimpahnya limbah makanan sisa rumah tangga dan usaha kuliner (warung, resto) bermanfaat untuk pakan ternak ayam kampung.

Ayam kampung atau sering disebut sebagai ayam bukan ras (buras) ini bisa dibudidayakan di rumah-rumah dalam jumlah terbatas.

Ayam kampung dinilai bermutu baik, mengandung protein tinggi, rasa lebih gurih serta kandungan lemak dan kolesterolnya rendah. Ayam kampung juga bisa diambil telurnya.

Langsung saja, berikut ini tahapan membuat pakan ayam kampung dari limbah sisa makanan rumah tangga, warung atau restoran.

Metode membuat pakan alternatif ini disadur dari Pemanfaatan Limbah Restoran untuk Ransum Ayam Buras. Naskah terbitan Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian, Badan Penelitian Pengembangan Pertanian (IP2TP BPPP), Jakarta, 2000.


Cara Pengolahan Limbah Sisa Makanan

  1. Kumpulkan limbah sisa makanan setiap hari dan letakkan dalam satu wadah.
  2. Pisahkan sampah seperti tusuk gigi, plastik-plastik pembungkus dari limbah makanan sisa tersebut. Bisa pula membuang sisa sambal yang terlalu banyak.
  3. Limbah yang sudah terkumpul, kemudian dikeringkan. Ada dua cara pengeringan yaitu:
    • Dijemur di bawah terik sinar matahari selama kurang lebih 2 hari, atau
    • Menggunakan oven sampai kadar airnya mencapai kira-kira 10 persen.
  4. Selanjutnya giling limbah makanan sisa yang sudah kering tersebut sampai halus sesuai ukuran yang dibutuhkan.
  5. Setelah itu, limbah makanan sisa yang sudah kering itu dapat dimanfaatkan sebagai campuran ransum ayam buras.
Berdasarkan hasil analisis laboratorium, kandungan gizi limbah restoran adalah : protein 10,89 persen; Kalsium 0,08 persen; Phosfor 0,39 persen; serat kasar : 9,13 persen; lemak 9,70 persen dan energi metabolis 1.780 kkal/kg.

Cara Pemberian Pakan/Ransum

Untuk memberikan pakan ayam, limbah makanan sisa yang telah kering sebaiknya dicampur dengan jenis pakan lainnya. Berikut teknik pencampurannya:

  • Siapkan pakan campuran (sebut saja Campuran A). Terdiri dari 33 persen jagung, 33 persen dedak, 33 persen pakan komersil (broiler finisher). Lalu campran itu bisa ditambah 0,20 persen Starbio dan 1 persen vitamin dan mineral.
  • Setelah itu campurkan Campuran A dengan limbah makanan sisa warung/resto yang telah kering dengan perbandingan 50:50 (Limbah-50) atau 25:75 (Limbah-75).

Penilaian keunggulan suatu ransum atau pakan ternak sering dilihat dari beberapa variabel. Misalnya pertumbuhan berat badan ternak, jumlah konsumsi pakan, konversi pakan, harga pakan dan keuntungan yang diperoleh dari harga jual ternak.

Ransum yang unggul dicirikan oleh besarnya jumlah pertambahan bobot, rendahnya jumlah konsumsi pakan, rendahnya nilai konversi pakan. Juga dilihat dari rendahnya harga pakan, dan tingginya jumlah keuntungan.
 
Pertambahan bobot badan yang dihasilkan dari penggunaan pakan Limbah-50 adalah 778 gram/ekor (202,6 persen), dengan konsumsi pakan total sebanyak 3.833 gram/ekor/10 minggu. 
 
Dari hasil pengkajian IP2TP BPPP Jakarta ditemukan bahwa ransum yang menggunakan 50 persen limbah makanan sisa warung/resto (Limbah-50), lebih unggul daripada ransum tanpa menggunakan limbah makanan sisa warung/resto.

Secara ekonomis ransum dengan campuran 50 persen (Limbah-50) lebih unggul dari ransum dengan campuran 75 persen limbah makanan sisa warung/resto (Limbah-75).

Pertambahan bobot badan yang dihasilkan dari penggunaan pakan Limbah-50 adalah 778 gram/ekor (202,6 persen), dengan konsumsi pakan total sebanyak 3.833 gram/ekor/10 minggu.

Konversi pakan Limbah-50 sebesar 4,93, menunjukkan bahwa untuk menghasilkan 1 (satu) gram daging dibutuhkan 4,93 gram pakan.

Dari perhitungan analisis finansial ransum Limbah-50 mampu memberikan keuntungan lebih tinggi dibandingkan keuntungan yang diperoleh dari Limbah-70.

Selain itu penambahan limbah restoran dapat menekan biaya produksi antara 23,42 persen sampai dengan 35,13 persen. Siap mencoba?

Yosi Arbianto