Tanaman Kekurangan atau Kelebihan Fosfor (Phosphor), Ini Akibatnya

tanaman kekurangan fosfor

Tanaman akan berkurang produksinya bila kekurangan unsur fosfor atau phospor (P). Buah mengecil, produksi buah atau biji menurun. Gambar menunjukkan gejala kekurangan fosfor pada buah jeruk, antara lain kulit keriput, bentuk buah tidak bagus, kurang berair, bagian tengah antara buah berongga (Foto: courtesy deepgreenpermaculture for BATUKITA.com)

BATUKITA.COM-Kota Batu - Tanaman akan berkurang produksinya apabila kekurangan nutrisi makro berjenis unsur phosphor (P) atau fosfor. Ciri dan dampak utama dari kekurangan unsur P pada tanaman adalah buah mengecil atau produksi buah atau biji, menurun.

Tanaman bisa sakit karena kekurangan nutrisi (malnutrisi) atau kelebihan nutrisi. Nutrisi utama tanaman adalah unsur nitrogen, phosphor dan kalium (NPK).

Sebelumnya pada bagian 1, telah dibahas tentang ciri dan akibat bila tanaman kekurangan atau kelebihan unsur nitrogen.

Baca pula: Tanaman Kekurangan atau Kelebihan Nitrogen, Ini Akibatnya

Phosphor (P) atau Fosfor (Fosforus)

Biasanya fosfor ditunjukkan dengan adanya kandungan senyawa P2O5. Umumnya tanah kekurangan fosfor kira-kira 0,1-0,4 persen dari berat kering tanaman.

Unsur fosfor ini diperlukan untuk pembelahan sel dan perkembangan jaringan tanaman yang membentuk titik tumbuh tanaman. Selain itu, fosfor mempercepat masaknya bunga atau buah dan jaringan tanaman.

Untuk itu, tanaman tidak boleh kekurangan fosfor atau phosphor. Ciri, gejala dan akibat tanaman yang kekurangan fosfor adalah:

Umumnya tanah atau media tanam kekurangan fosfor. Jika tanah ditambah fosfor, produksi tanaman akan bertambah.


Tanah akan lebih cepat kritis apabila kekurangan fosfor dibanding bila kekurangan nitrogen. Hal ini disebabkan mikroba dalam tanah masih dapat mengikat nitrogen dari udara yang dapat tersedia untuk tanaman.

Sedangkan phosphor malah dikonsumsi oleh mikroba. Dengan kondisi itu, unsur fosfor harus ditambahkan oleh manusia atau hewan.

Pupuk fosfor bisa diberikan dalam bentuk pupuk organik atau kotoran hewan, misalnya kotoran kelelawar. Bisa pula ditambahkan dalam bentuk batu-batuan yang mengandung fosfor, misalnya fluorapatit Ca3(PO4) 3F atau pupuk pabrik.

Fosfor kelarutannya rendah, tetapi fosfor tidak mudah tercuci. Sementara itu, nitrogen mudah tercuci.


Gejala kekurangan fosfor sebagai berikut:
  1. Pertumbuhan terhambat. Termasuk pertumbuhan akar semai, akar dan tunas.
  2. Daun berwarna hijau pucat atau hijau kusam tidak mengilap, atau hijau tua, dan keunguan. Ujung dan tepinya berwarna cokelat kemerahan seperti perunggu. Besarnya daun berkurang dan beberapa bagian daun seperti terbakar.
  3. Daun beberapa tanaman berwarna hijau kebiruan tua, terutama jika terlalu banyak nitrogen.
  4. Tanaman semusim menjadi lambat untuk masak dan tetap hijau. Tanaman kadang tinggi dan kurus.
  5. Bentuk buahnya jelek atau gabah (bulir padi) tidak berisi penuh.
  6. Pembungaan sedikit. Sehingga buah juga sedikit atau produksinya rendah.
Mengapa tanaman bisa kekurangan fosfor? Penyebab kekurangan fosfor pada tanaman adalah:
  1. Pemberian pupuk yang mengandung fosfor sedikit atau sama sekali tidak ada.
  2. Tanah terlalu banyak mengandung kapur.
  3. Tanah terlalu banyak diberi pupuk nitrogen.
  4. Magnesium di dalam tanah hanya sedikit.
  5. Terjadi persaingan pengambilan fosfor di dalam tanah antara tanaman dengan mikroorganisme.
  6. Di dalam tanah terjadi kekurangan air.

Nah, setelah mengetahui ciri dan akibat kekurangan fosfor, sebaiknya menjaga tanaman agar tidak sampai kekurangan fosfor.

Tanaman yang kekurangan fosfor bisa diberikan tambahan pupuk mineral fosfor. Ada beberapa pupuk yang kandungannya fosfor (phospor) dan kalium. Pupuk ini adalah pupuk mono kalium phospat.

Kandungannya adalah 52 persen phospor dalam bentuk phosphat (P2O5) dan 34 persen kalium dalam bentuk K2O. Cek di link tempat ini untuk mendapatkannya.

Namun, pemberian pupuk yang mengandung fosfor tetap tidak bisa berlebihan. Karena dampaknya negatif.


Ciri atau gejala dan akibat kelebihan fosfor terhadap tanaman di antaranya sebagai berikut:
  1. Menyebabkan kekurangan unsur mikro yang tersedia di dalam tanah, yaitu Cu, Fe, Zn, Bo, dan unsur kimia lainnya serta mempengaruhi tersedianya unsur N.
  2. Jika mempunyai P yang tinggi, tanaman akan mempunyai N yang rendah. Sebaliknya, jika tanaman mempunyai N yang tinggi, akan mempunyai P yang rendah. Hal itu disebabkan ada hubungan timbal balik antara unsur hara N dan P.
  3. Mengakibatkan ketidakseimbangan unsur-unsur hara, terutama kalium (K) dan nitrogen (N).
  4. Ciri yang tampak misalnya kulit buah menjadi keriput.
  5. Mengurangi populasi nematoda (seperti cacing berukuran mikro) . Awalnya, tanaman yang terhambat pertumbuhannya karena nematoda, akan menjadi subur.
Demikian beberapa ciri atau gejala dan akibat bila tanaman kekurangan atau kelebihan unsur P dalam proses pertumbuhannya. Dalam bagian selanjutnya, akan dibahas ciri atau gejala dan akibat bila tanaman kekurangan atau kelebihan unsur kalium (K). (bersambung)

Yosi Arbianto