Di Kota Batu, Petinju Jatim Bakar Semangat Rebut Emas PON 2020

ferry moniaga

Ferry Moniaga, mantan petinju era tahun 70-80 an yang kini melatih para petinju muda dalam puslatda Jatim yang digelar di Kota Batu untuk pra PON 2020. (Foto: BATUKITA.com)

BATUKITA, Kota Batu - Pertina Jawa Timur terus menggenjot semangat, teknik dan fisik petinju yang masuk pemusatan latihan (puslat) tinju persiapan PON ke-20 Papua 2020. Pemusatan latihan digelar semenjak awal 2019 lalu di Kota Batu, Jawa Timur.

Kerja keras para petinju dan pelatih ini tak lepas dari keinginan besar komunitas tinju mengembalikan kejayaan tinju Jatim. Mengingat Jatim pernah berjaya di cabor tinju dalam even PON di era 1960-an hingga 1980-an.

Sebelumnya, pada PON ke-19 di Jawa Barat, petinju Jatim dipaksa mengakui lawan-lawannya. Petinju Jatim harus puas dengan hanya mendapatkan satu perunggu atas nama Afnel Daniel.

Untuk 2020 nanti, ada empat petinju yang masuk dalam puslatda Jatim untuk PON ke-20. Mereka adalah Randy Ngabalin yang main di kelas 56 kilogram, Afnel Daniel di kelas 60 kilogram, Daniel Mofu di kelas 64 kilogram, dan Cristianus Nong Sedo di kelas 81 kilogram. Jumlah itu masih bisa bertambah.

"Sementara empat petinju yang masuk puslatda. Jumlah itu bisa bertambah, tergantung Pertina Jatim," ungkap  Ferry Moniaga, salah seorang pelatih puslatda tinju Jatim kepada BATUKITA.com. Selain Ferry, pelatih lainnya dalam puslatda tinju Jatim adalah Muhammad 'M Jon' Jono dan Yani Hagler.

Ferry menjelaskan, Ketua Pertina Jatim Rahmat Muhajirin yang nanti menentukan penambahan jumlah petinju yang masuk puslatda. Salah satu pertimbangannya adalah melihat hasil porprov Jatim 2019 yang berakhir 13 Juli 2019 lalu. "Nanti dilihat hasil porprov dan pengurus yang menentukan," ungkap Ferry, mantan petinju Juara Asia tahun 1980 di Bombay (Mumbai), India.

Melihat kelas yang dipertandingkan, lanjut Ferry, masih ada empat kelas lagi yang bisa diisi. Yakni kelas 46 kilogram, kelas 52 kilogram, kelas 69 kilogram dan kelas 75 kilogram. Masing-masing hanya bisa diisi seorang petinju.

Terkait materi pelatihan, selain latihan teknik dan fisik, pihaknya juga memperbanyak latih tanding. Pertengahan Juli ini para petinju akan latih tanding di Denpasar Bali.

Tentang performa petinju hingga saat ini, Ferry menilai cukup bagus. Setidaknya ia optimistis bisa mengantongi satu emas dalam PON ke-20 nanti. Ia tidak terlalu muluk karena saat ini kemampuan petinju dari provinsi lain cukup merata. (*)

Atlet Tinju Jawa Timur Peraih Medali Semenjak PON ke-5/1961 di Bandung (Jabar) hingga PON ke-19/2016 di Pelabuhan Ratu (Jabar):

PON ke-5/1961 di Bandung, Jawa Barat
a. Nuralim, kelas 48 kilogram: emas
b. Muhammad Kojin, kelas 54 kilogram: emas
c. Masduki, kelas 60 kilogram: emas
d. Muhammad Abidin, kelas 51 kilogram: perak

PON ke-7/1969 di Surabaya, Jawa Timur
a. Muhammad Abidin, kelas 48 kilogram: emas
b. Fakih Hasan, kelas 51 kilogram: emas
c. Abdul Salam, kelas 75 kilogram: emas
d. Kadoor Singh, kelas 81 kilogram: emas
e. Setiadi Laksono, kelas 91 kilogram: emas
f. Sihan Damanik, kelas 54 kilogram: perak
g. Soeparlan, kelas 57 kilogram: perunggu
h. Kaspari, kelas 71 kilogram: perunggu

PON ke-8/1973 di Jakarta, DKI Jaya
a. Agus Soewarno, kelas 51 kilogram: perak
b. Sutiaji, kelas 60 kilogram: perak
c. Moesmar Suton, kelas 48 kilogram: perunggu
d. Lao Gerim, kelas 54 kilogram: perunggu
e. Tatang, kelas 91 kilogram: perunggu

PON 9/1977 di Jakarta, DKI Jaya
a. Johnny Riberi, kelas 51 kilogram: emas
b. Ferry Moniaga, kelas 54 kilogram: emas
c. Hengky Sambeka, kelas 63 kilogram: emas
d. Koko Pangaribuan, kelas 67 kilogram: emas
e. Rosidi, kelas 60 kilogram: perunggu
f. Abdul Salam, kelas 75 kilogram: perunggu
g. Alfan Haryanto, kelas 81 kilogram: perunggu

PON ke-10/1981 di Jakarta, DKI Jaya
Gagal mendapatkan medali

PON ke-11/1985 di Jakarta, DKI Jaya
a. Susyani, kelas 45 kilogram: emas
b. Suyono, kelas 48 kilogram: perak
c. Valentino, kelas 71 kilogram: perak
d. Radiman Priyono, kelas 57 kilogram: perunggu

PON ke-12/1989 di Jakarta, DKI Jaya
a. Mujiono, kelas 75 kilogram: perunggu

PON ke-13/1993 di Jakarta, DKI Jaya
a. Mohammad Sodiq Pamungkas, kelas 60 kilogram: perunggu
b. Sidiq Prabowo, kelas 91 kilogram: perunggu

PON ke-14/1996 di Jakarta, DKI Jaya
a. Kanser Muda, kelas 81 kilogram: perunggu

PON ke-15/2000 di Surabaya, Jawa Timur
a. Mohammad Sodiq Pamungkas, kelas 60 kilogram: emas
b. Kanser Muda, kelas 81 kilogram: perak
c. La Syukur, kelas 45 kilogram: perunggu
d. Gunawan, kelas 71 kilogram: perunggu

PON ke-16/2004 di Palembang, Sumatera Selatan
Gagal mendapatkan medali

PON ke-17/2008 di Tenggarong, Kalimantan Timur
a. Timotius Rumpanius, kelas 81 kilogram: emas

PON ke-18/2012 di Pekanbaru, Riau
Gagal mendapatkan medali

PON ke-19/2016 di Pelabuhan Ratu, Jawa Barat
Afnel Daniel, kelas 56 kilogram: perunggu

PON ke-20/2020 di Wamena , Papua
???

*Sumber: Ferry Moniaga, PB Pertina

Penulis: Ardi Nugroho
Editor: Yosi Arbianto