Jenis dan Cara Membedakan Daun Bawang Prei

daun bawang prei

Ada setidaknya empat jenis daun bawang. Yakni daun bawang prei,  daun bawang semprong/bakung/layur, daun bawang lokio dan daun kucai. Salah satu pertanaman daun bawang prei jenis saigon berusi 15 hari (Foto: BATUKITA.com)

BATUKITA.COM-Kota Batu - Ada setidaknya empat jenis daun bawang. Yakni daun bawang prei,  daun bawang semprong/ bakung/layur, daun bawang lokio dan daun kucai.

Keempat jenis daun bawang itu relatif mudah ditemukan di pasar tradisional Indonesia.

Khusus untuk daun kucai dan lokio, lebih mudah ditemukan di supermarket dibanding di pasar tradisional.

Berikut rangkuman BatuKita tentang jenis daun bawang prei berdasarkan pengalaman bertani dan referensi beragam sumber.



Daun Bawang Prei

Daun bawang prei punya nama latin Allium porum L. Dalam bahasa Inggris disebut leek.

Daun bawang prei ini bentuknya mudah dikenali. Tanamannya tidak berumbi. 
 
daun bawang prei saigon
Daun bawang prei (Foto:courtesy  Etsy for BATUKITA.com)

Daunnya berbentuk pipa namun akan menjadi pipih bila sudah dipanen. Lalu ukuran diameter batang dan daunnya lebih besar dibanding bawang-bawangan yang lain.

Daun bawang prei ini biasanya untuk campuran sup, martabak, gorengan, bakso, telur dadar.

Di Jawa Timur, pedagang pasar tradisional banyak menjual bawang pre jenis saigon dengan diameter batang dan daun yang relatif besar.

Daun Bawang Semprong atau Bawang Bakung

Daun bawang semprong atau bakung punya nama latin Allium fistullosum. Dalam bahasa Inggris disebut juga welsh onion.
 
daun bawang layur semprong
Daun bawang semprong/layur/bakung (Foto: )

Di negeri lainnya menyebutnya Japanese bunching onion (negi), green onion, spring onion, scallion, escallion, atau salad onion.

Menurut beberapa referensi, rasa daun bawang semprong ini mirip bawang bombai. Sehingga cocok menjadi subtitusi bawang bombai.

Bagi masyarakat, daun bawang semprong ini sering disamakan penamaannya dengan bawang prei. Sebab peruntukannya hampir sama. Yakni untuk sup, bakso, martabak telur, gorengan.



Di Jawa Timur, pedagang menjualnya dengan nama daun bawang prei layur. Pedagang eceran malah sering mencampur prei layur dengan prei saigon dan menjualnya dengan sebutan bawang prei saja.

Bedanya dengan daun bawang prei saigon adalah bentuk prei layur/semprong ini lebih kecil. Diameter batang dan daunnya lebih kecil dibanding daun prei saigon.

Daun Bawang Lokio

Daun bawang lokio punya nama latin Allium schoenoprasum. Dalam bahasa asing disebut dengan chives
 
daun bawang lokio
Daun lokio (Foto: courtesy @Fauzi Rzsky Harahap for BATUKITA.com)

Sebagian masyarakat menyebutnya sebagai daun bawang batak. Sebab daun bawang ini banyak dipakai dalam masakan-masakan batak. Selain itu dipakai untuk campuran menumis ikan, ayam, daging.

Bentuk daun bawang lukio adalah seperti pipa namun berukuran kecil. Ujung daunnya runcing. Ada umbi kecil di bagian bawahnya berwarna putih.

Daun Kucai

Daun kucai punya nama latin Allium schoenoprasum. Kucai jarang dipakai dalam menu masakan Indonesia. Nama kucai berasal dari Bahasa Hokkian, "Kú-chhài".
 
daun bawang kucai
Daun kucai (Foto: courtesy researchgate for BATUKITA.com)

Bentuk daun kucai paling mudah dibedakan di antara daun bawang lainnya. Yakni bentuk daunnya pipih kecil, tidak berongga. Lalu ada umbi kecil di bagian bawahnya.
 
Penggunaannya umum dalam masakan Tionghoa dan Jepang. Di Indonesia boga yang menggunakan kucai antara lain bubur ayam. (#)
 
Yosi Arbianto