Menakar Dosis Kebutuhan Pupuk Tanaman, Ini Patokannya

memupuk tanaman

Ilustrasi—Dosis pemberian pupuk pada tanaman (Foto: mdfmineralgrow.com for BATUKITA.com)

BATUKITA-Kota Batu - Pernahkah kita bertanya-tanya seberapa bayak porsi "makan" dari sebuah pohon? Atau seberapa banyak pupuk yang optimal diberikan pada tanaman? Jangan-jangan kurang atau malah lebih. Pasnya berapa?

Mengukur kebutuhan pupuk, pada hakekatnya dimulai dari penelitian persentase unsur-unsur penyusun tanaman yang dilakukan para ahli.

Ir Sri Mulyani Sutejo (1999) dalam Pupuk dan Cara Pemupukan mengemukakan, hasil penelitian para ahli menunjukkan bahwa tanaman itu terdiri dari air (kurang lebih 90%) dan bahan kering (sekitar 10%).

Bahan kering terdiri dari bahan-bahan organik dan an-organik. Menurut analisa kimia, bahan organik terdiri dari Karbon (C) sekitar 47 %. Lalu Hidrogen (H) sekitar 7%; Oksigen (O) sekitar 44 % ; dan Nitrogen (N) sekitar 0,2 % - 2 %.

Sedangkan bahan an-organik (persenyawaan an-organik) adalah merupakan bagian-bagian mineral.

Dari senyawa-senyawa organik dan anorganik itu, kemudian dipecah lagi menjadi unsur. Berdasarkan analisa, ternyata tanaman itu terdiri dari sekitar 50 elemen atau unsur. Sedang yang dibutuhkan oleh tanaman selama masa pertumbuhan dan perkembangannya ada 16 unsur.

Keenambelas unsur ini merupakan unsur hara esensial yang dapat dibagi menjadi unsur hara makro dan mikro. Unsur hara makro dan mikro inilah yang dimasak dalam fotosintesis menjadi bahan penyusun tubuh tanaman.

Unsur hara makro relatif banyak diperlukan oleh tanaman. Sedangkan unsur hara mikro juga sama pentingnya dengan unsur hara makro, hanya kebutuhannya sedikit.

Tidak lengkapnya unsur hara makro dan mikro, dapat mengakibatkan hambatan bagi pertumbuhan atau perkembangan tanaman dan produktivitasnya.

Ketidaklengkapan salah satu atau beberapa zat hara tanaman makro dan mikro, dapat dikoreksi atau diperbaiki. Caranya dengan pemberian pupuk tertentu pada tanahnya.

Ragam kandungan dalam pupuk punya fungsi berbeda-beda. Semuanya diharapkan memenuhi unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Unsur hara yang banyak diperlukan bagi pembentukan jaringan-jaringan antara lain: Karbon, Oksigen, Hidrogen, Nitrogen, Fosfor dan Belerang.

Untuk pembentukan enzim-enzim diperlukan (walaupun sangat minim) unsur-unsur Besi, Mangan, Seng, Tembaga, Boron, Molibdenum serta kadang-kadang pula Cobalt (Co).

Sedang untuk keperluan-keperluan lainnya diperlukan oleh tanaman unsur-unsur Kalium, Magnesium, Kalsium, serta kadang-kadang Natrium, Klor dan unsur-unsur elektrolit lainnya.

Unsur-unsur seperti Silika dan Aluminium kemungkinan besar diperlukan oleh jaringan tanaman. Dalam hal ini fungsinya belum begitu jelas.

Unsur-unsur Karbon, Hidrogen dan Oksigen (C, H, O) diperoleh tanaman dari udara dan air.

Unsur Nitrogen berasal dari Ion-ion amonium dan nitrat, terutama dari pemupukan selain dari fiksasi Nitrogen udara.

Unsur-unsur hara yang diserap akar-akar tanaman dari dalam tanah banyaknya berbeda-beda. Hal ini sangat tergantung dari jenis atau species tanaman-tanamannya.

Dari proses penelitian itu, akhirnya didapatkan banyaknya unsur dari setiap tanaman yang diteliti. Dari situ bisa dijadikan acuan awal untuk porsi pemupukan.

Berikut banyaknya unsur yang diserap tanaman tertentu selama pertumbuhan hingga panen. Tabel ini bersumber dari Ir Sri Mulyani Sutejo (1999) dalam Pupuk dan Cara Pemupukan. Juga dari E.W. Russel (1973) dalam Soil Conditions and Plant Growth.



Dari daftar di atas dapat diketahui banyaknya zat mineral (unsur hara) yang diserap oleh tanaman dari dalam tanah. Hal ini merupakan petunjuk awal tentang banyaknya pupuk/rabuk yang diperlukan bagi setiap jenis tanaman.

Dengan mengacu dari daftar di atas, minimal ada gambaran berapa banyak pupuk yang harus ditambahkan ke dalam tanah. Karena banyaknya unsur yang dikandung tanaman, bisa dikatakan setara dengan unsur yang diserap.

Angka pada tabel di atas tidak 100 persen tepat menjadi acuan banyaknya pupuk yang harus ditambahkan. Dengan kata lain pemberian pupuk tidak harus sama persis dengan jumlah unsur yang diserap tanaman. Kemungkinan lebih dari itu.

Sebab ada sedikitnya tujuh faktor yang memengaruhi penyerapan unsur hara (pupuk) oleh tanaman. Ketujuh faktor itu adalah:

1. Kesuburan tanah itu sendiri (unsur atau senyawa yang sudah ada di tanah)
2. Kemasaman tanah
3. Kelembaban tanah
4. Tinggi rendahnya bahan organik dalam tanah
5. Kemampuan tanaman menyerap zat-zat mineral
6. Faktor iklim
7. Nilai ekonomi tanaman yang dibudidayakan.

Masing-masing dari ketujuh faktor tersebut akan dijelaskan di lain waktu. Sehingga dengan patokan itu, bisa mengira-ngira porsi pemupukan. Silahkan mengira-ngira terlebih dahulu. Atau pilih aman, ikuti saja dosis yang ada di kemasan pupuk. (bersambung)

 Editor: Yosi Arbianto