Agar Tak Sakit Mata, Batasi Tatap Layar HP Tiap 4 Jam

ilustrasi sakit mata

Ilustrasi sakit mata (Courtesy news-medical.net for BATUKITA.com)

BATUKITA.COM-Kota Malang - Menatap layar telepon genggam (HP) juga komputer dalam waktu lama dapat menyebabkan sakit mata. Beberapa literatur menyatakan sakit mata akibat radiasi layar itu dinamakan CVS atau Computer Vision Syndrom.

CVS memunculkan gejala-gejala seperti mata kering, kepala pusing, penglihatan menjadi kabur, dan rabun jauh. Demikian dikutip dari Affandi, E.S dalam Sindrom Penglihatan Komputer. Majalah Kedokteran Indonesia (2005).

Banyak penelitian telah dilakukan terkait dampak negatif lamanya mata menatap layar HP atau komputer. Rata-rata menguatkan hipotesis bahwa penggunaan HP atau komputer dalam waktu lama akan menyebabkan sakit mata. Sehingga harus ada pembatasan dalam penggunannya.

Misalnya penelitian yang dilakukan oleh Nur Muallima, Ami Febriza, dan Rezky Kanza Putri dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Makassar. Penelitian itu dimuat di Jurnal Kesehatan IQRA Volume 7 Nomor 2, Desember 2019.

Kesimpulan penelitian ketiganya didapatkan penurunan tajam penglihatan pada siswa-siswi SMP Unismuh Makassar, Kecamatan Rappocini Kota Makassar yang memiliki visus (kejernihan penglihatan) menurun. 
 
Artinya anak-anak yang sebelumnya telah memiliki visus menurun, kejernihan penglihatannya makin menurun dibanding anak-anak yang sebelumnya punya visus normal.

Hasil uji analisis didapatkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara penggunaan gadget (durasi, frekuensi, dan jarak) dengan penurunan tajam penglihatan siswa-siswi SMP Unismuh Makassar.

Selain itu hasil uji analisis didapatkan bahwa penggunaan gadget merupakan salah satu faktor terjadinya penurunan tajam penglihatan pada siswa-siswi SMP Unismuh Makassar.

Baca pula: Download Emulator Android di Laptop Bikin Betah Main Game

Lalu ada pula penelitian Christo F. N. Bawelle, Fransiska Lintong dan Jimmy Rumampuk. Penelitian mereka berjudul Hubungan Penggunaan Smartphone dengan Fungsi Penglihatan pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado angkatan 2016.

Dari penelitian mereka disimpulkan, terdapat hubungan antara lama penggunaan smartphone dengan fungsi penglihatan pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado (p =  0.033).

Semakin lama seseorang berinteraksi dengan gadget akan menurunkan tajam penglihatan (visus) mereka.

Sedangkan terkait hubungan intensitas penggunaan smartphone dengan fungsi penglihatan pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado, mereka tidak menemukan hubungannya (p = 0.786).

Analisisnya, bisa jadi seseorang yang memiliki jeda waktu penggunaan memungkinkan otot mata untuk berisitirahat sehingga dapat terhindar dari  kelelahan.  

Mata lelah dapat terjadi jika mata fokus kepada objek berjarak dekat dalam waktu yang lama dan otot-otot mata bekerja lebih keras untuk melihat objek terutama jika disertai dengan pencahayaan yang menyilaukan.

Penelitian lain yang bisa disimak adalah milik Fitri Suciana berjudul Hubungan Antara Lama Penggunaan Telepon Genggam dengan Kelelahan Mata di SMA Negeri 3 Klaten.

Dalam riset itu, Fitri menyimpulkan ada hubungan antara lama penggunaan telepon genggam dengan kelelahan mata, dengan nilai r = 0,368.(*)

Durasi Empat Jam

Berapa durasi atau lamanya menatap layar komputer atau HP yang ideal? Untuk menjawabnya, bisa merujuk beberapa penelitian sebagai referensi menentukan berapa lama menatap layar komputer agar terhindar dari sakit mata.

Komponen sakit mata yang dimaksud adalah penglihatan kabur, mata tegang, sakit kepala, mata kering, mata berair, penglihatan ganda dan sulit fokus.

Salah satu penelitian yang bisa dijadikan referensi durasi ideal menatap layar komputer atau HP adalah riset milik Dessy Widhya Putri, Mulyono. Keduanya dari Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga.
 
Penelitian itu berjudul Hubungan Jarak Monitor, Durasi Penggunaan Komputer, Tampilan Layar Monitor dan Pencahayaan dengan Keluhan Kelelahan Mata.

Dalam salah satu hasil penelitian diperoleh informasi, sebanyak 93,8 persen pekerja dengan durasi penggunaan komputer kurang dari sama dengan 4  jam, merasakan kelelahan mata.

Sebanyak 71,1 persen pekerja dengan durasi penggunaan komputer lebih dari 4 jam merasakan kelelahan mata.

Hasil uji statistik chi-square diperoleh nilai P-value = 0,018. Nilai P-value kurang dari nilai alpha (0,05), maka disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara durasi penggunaan komputer dengan dengan keluhan kelelahan mata pada Karyawan PT. Indonesia Power UP Semarang.

Dari hasil itu dapat dilihat durasi empat (4) jam bisa dijadikan acuran rata-rata kemampuan mata untuk menatap layar dan mulai menyebabkan mata lelah. (*)

John