Usia 30 Tahun, Pasar Kota Batu Lahir Kembali

pasar induk among tani kota batu

Pembangunan ulang Pasar Induk Kota Batu di Jalan Dewi Sartika itu selesai Mei 2023 lalu. Hingga 21 September 2023, belum dihuni. Tampak depan bangunan Pasar Induk Among Tani Kota Batu  (Foto: BATUKITA.com)

BATUKITA.COM-Kota Batu - Pasar Induk Kota Batu, Jawa Timur selesai dibangun ulang setelah hampir tiga puluh tahun berdiri. 

Pembangunan ulang Pasar Induk Kota Batu di Jalan Dewi Sartika itu selesai Mei 2023 lalu. Hingga 21 September 2023, belum dihuni. 

Pasar Induk Kota Batu ini bernama lengkap Pasar Induk Among Tani Kota Batu.

Pembangunan Pasar Induk Kota Batu dikerjakan Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Timur, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian PUPR. 

Kontraktor pemenang tender adalah PT Sasmito yang beralamat di Rungkut, Surabaya, Jawa Timur.

Pembangunan Pasar Induk  Kota Batu menggunakan dana APBN tahun jamak, 2021-2023. Nilainya Rp168 miliar. 

Kepala BPPW Jawa Timur Muhammad Reva dalam laman resmi Kementerian PUPR mengatakan, pembangunan Pasar Induk Kota Batu merujuk pada Peraturan Menteri PUPR No. 2 Tahun 2015 tentang Bangunan Gedung Hijau. 

"Pasar ini akan mengutamakan efisiensi listrik, air, dan ramah lingkungan. Sehingga bangunan dipercaya aman, nyaman, sehat, ramah perempuan, anak dan difabel,” jelas Reva pada Januari 2023 lalu.

Menurut data BPPW, Pasar Induk Kota Batu dibangun setinggi tiga lantai di atas lahan seluas 44.525 meter persegi.

pasar induk among tani kota batu aerial view
Foto udara Pasar Induk Among Tani Kota Batu (Foto: courtesy PUPR for BATUKITA.com)

Luas bangunan lantai satu 14.900,62 meter persegi. Lalu luas bangunan lantai dua 14.143.63 meter persegi. Dan luas lantai tiga lebih sempit, mencapai 6.032,86 meter persegi.

Peruntukan tiap lantai adalah, lantai satu sebagai zona basah (sayur, ikan, buah, daging, ternak, dll). 

Lalu lantai dua sebagai zona kering (pakaian, pecah belah, elektronik, dll) dan lantai tiga sebagai zona makanan dan kuliner. 

Sesuai spesifikasi bangunan, jumlah kios Pasar Induk Kota Batu mencapai 1.733 unit dan total los 1.033 unit. 


Proses Pembangunan

Pembangunan ulang Pasar Induk Kota Batu ini penuh dinamika. Sebelum dibangun menggunakan dana APBN, Pemkot Batu berencana membangun pasar ini dengan dana investor.

Pada 2015, Pemkot Batu memberikan peluang kepada PT Panglima Capital Itqoni sebagai investor pembangunan Pasar Batu.

Karena menggunakan investor, maka mayoritas pedagang menolak. Itu karena pedagang wajib membeli kios yang telah dibangun. 

Penolakan itu masif dan sempat diwarnai beberapa unjuk rasa pedagang. 

Dalam perjalanannya, Tim Koordinasi dan Kerja Sama Daerah (TKKSD) Kota Batu akhirnya memutus kontrak dengan PT Panglima Capital Itqoni.

Ini karena TKKSD menilai proses dan jadwal pembangunan pasar tidak mencapai kesepahaman.


Sekilas Sejarah Pasar Kota Batu

Pasar Kota Batu di Jalan Dewi Sartika ini pertama kali dibangun pada 1983 dan ditempati pedagang pada 1984. 

Zaman itu, Kota Batu masih berwujud kecamatan di bawah Pemerintah Kabupaten Malang. 

Seiring dengan pembangunan pasar baru pada 1983 itu, Pemkab Malang juga membangun terminal, persis di depan pasar.

Masyarakat Batu kala itu menyebutnya dengan Pasar Anyar (Pasar Baru).

Pasar itu disebut baru karena menjadi lokasi pemindahan pedagang dari pasar Kecamatan Batu yang terbakar. Pasar Kecamatan Batu yang terbakar letaknya di lahan Alun Alun Batu sekarang ini.


Pada 1982, Pasar Kecamatan Batu di lahan alun alun terbakar tak tersisa. Berdasarkan ingatan rata-rata warga asli sekitar alun-alun, kebakaran terjadi pada bulan Ramadan malam hari.

Setelah pasar itu luluh lantak, para pedagang direlokasi ke lahan terminal (stamplat) di utara pasar yang terbakar. Lahan eks terminal kini menjadi mal Plaza Batu.

Sebagian pedagang juga direlokasi di Jalan Semeru yang ada di sebelah timur terminal (timur mal Plaza Batu sekarang).

Para pedagang berjualan di terminal dan Jalan Semeru kira-kira dua tahun. 

Hingga pada 1984 mereka direlokasi ke Pasar Besar Kota Batu di Jalan Dewi Sartika, Kelurahan Temas, Kota Batu. 

Pada 1997, terjadi kebakaran pada unit 1 dan 2 sehingga pasar harus direnovasi dan selesai pada 2001. (#)

Yosi Arbianto