Sorghum dan Jagung, Bahan Pangan Hadapi Cuaca Ekstrem

tanaman sorghum

Sorghum dan jagung bisa menjadi alternatif pangan yang tahan terhadap suhu panas dan kekurangan air di masa depan. Tampak tanaman sorghum yang berhasil dibudidayakan di Gunung Kidul (Foto: courtesy technology-indonesia for BATUKITA.com)

BATUKITA.COM-Kota Batu - Sorghum dan jagung bisa menjadi alternatif pangan yang tahan terhadap suhu panas dan kekurangan air di masa depan.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyatakan sorghum dan jagung dapat beradaptasi pada kenaikan suhu akibat perubahan iklim.

Menurut Kepala Pusat Riset Tanaman Pangan BRIN, Yudhistira Nugraha, sorghum dan jagung juga menyerap lebh sedikit air.

"Beberapa pangan alternatif adalah tanaman golongan serealia C4 yang lebih tahan terhadap suhu ekstrim dan lebih hemat air. Tontoh yang sudah umum dikenal yaitu sorghum dan jagung," kata Yudhistira di Jakarta, Jumat, 20 Oktober 2023, dilansir Antara.


Ia menyampaikan peralihan komoditas bisa menjadi suatu opsi untuk dapat beradaptasi akibat perubahan iklim.

Namun yang perlu dicatat, peralihan komoditas harus diikuti perubahan kebiasaan makan masyarakat.

Pembiasaan itu bisa dilakukan semenjak dini, dimulai dari anak-anak.

Selain sorghum dan jagung, beberapa komoditas serelia lain yang belum terkenal juga dapat menjadi bahan pangan pengganti beras. Antara lain hanjeli (Coix lacrimo-jobi L) dan jewawut (Setaria italica).

Untuk diketahui, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memproyeksikan suhu rata-rata Indonesia pada 2100 akan naik sebesar 4 derajat celcius.

Kenaikan suhu yang drastis ini harus menjadi peringatan dan juga kesiapsiagaan dalam hal pangan maupun air. (#)

John