Mengapa Benih Harus Disemai? Ini Tujuan Menyemai

bibit melon hasil semai

Penyemaian benih atau pembibitan membuat tanaman dewasa tumbuh lebih cepat dibanding tanaman yang tidak melalui proses pembibitan. Perbandingan bibit melon yang pindah tanam (tengah) dan bibit yang ditanam sejak benih tanpa pindah tanam (kiri dan kanan). (Foto: BATUKITA.com)

BATUKITA.COM-Kota Batu - Penyemaian benih atau pembibitan membuat tanaman dewasa tumbuh lebih cepat dibanding tanaman yang tidak melalui proses pembibitan.

Itulah mengapa penyemaian benih atau pembibitan menjadi faktor penting dalam proses menanam tanaman, khususnya hortikultura.

Dalam proses penyemaian, bibit alias tanaman kecil lebih terawat. Faktor sinar matahari, suhu, kelembaban, nutrisi, dan aerasi media tanam membuat tanaman kecil tumbuh optimal.

Proses pindah tanam (transplanting) dari pembibitan ke lahan juga membuat tanaman terangsang membentuk akar lebih lebat.

Secara umum, berikut ini alasan mengapa benih (biji) tanaman sebaiknya disemai terlebih dahulu di media semai sebelum penanaman di lahan.

BatuKita mengikhtisarkan dari Setiadi dan Parimin dalam Bertanam Melon (2001) diperkaya praktik tim BatuKita.

A. Benih (Biji) Tidak Rusak Karena Faktor Lingkungan

Faktor lingkungan (suhu, sinar matahari, air, kelembapan, keasaman tanah, nutrisi) di lahan tanam yang ekstrem dapat merusak benih. Sehingga bila benih langsung ditanam di lahan tanpa disemai lebih dahulu, bisa menghambat proses perkecambahan.

Benih yang disemai lebih dahulu tingkat kerusakannya rendah. Lalu daya kecambah lebih tinggi dan pertumbuhan tanaman kecil lebih optimal.

Benih yang disemai di persemaian juga terhindar dari hempasan air hujan karena lokasi persemaian diberi atap penutup atau naungan.

B. Terhindar dari Hama Penyakit

Benih dan/atau bibit yang telah tumbuh dapat terhindar dari kerusakan akibat hama dan penyakit. Karena bibit mudah dikontrol dan media semai biasanya disterilisasi.


C. Bibit (Tanaman Kecil) Terawat Intensif

Faktor lingkungan di lahan tanam juga bisa menghambat pertumbuhan bibit (tanaman kecil) yang baru berkecambah.

Layaknya "bayi", bibit masih lemah dan bisa mati bila belum siap dengan kondisi lapangan dan lingkungan yang ekstrem.

Dengan persemaian, maka "bayi" tanaman tersebut bisa dirawat hingga siap dipindah ke lahan.

D. Memperoleh Bibit yang Seragam

Dengan kondisi persemaian yang dibuat sama (media semai, air, cahaya matahari, ZPT)  bisa memeroleh bibit (tanaman kecil) yang pertumbuhannya seragam.

Dengan bibit yang seragam, maka bisa menghasilkan tanaman dewasa yang seragam dan pertumbuhannya optimal.

E. Memudahkan Seleksi Bibit

Bibit yang pertumbuhannya kurang bagus (kerdil, etiolasi, kerinting, lambat tumbuh, dll) bisa langsung diketahui saat di persemaian. Sehingga bibit yang ditanam di lahan hanya bibit yang bagus dan dapat berproduksi maksimal.

F. Memudahkan Penyulaman

Dengan penyemaian benih terlebih dahulu, maka petani punya stok bibit dengan usia seragam untuk penyulaman alias penggantian bibit yang mati di lahan tanam.


G. Merangsang Akar Tumbuh Lebat

Setelah persemaian, maka bibit akan menjalani proses pindah tanam (transplanting) ke lahan.

Proses pindah tanam ini dalam praktiknya membuat tanaman terangsang membentuk akar lebih lebat.

Dalam proses pindah tanam ini, memang tanaman kecil kadang layu untuk beberapa saat. Namun setelah menyesuaikan diri, maka tanaman kecil akan terpacu pertumbuhannya.

H. Menghemat Biaya

Menyemai benih terlebih dahulu dapat menghemat biaya. Sebab tanaman kecil mudah dikontrol. Sehingga ketika dipindah ke lahan tidak banyak yang mati.

Bila benih langsung ditanam di lahan, maka diperlukan tenaga kerja untuk mengontrol kondisi bibit di lahan yang luas. Belum lagi proses penyulaman bibit yang mati akan memakan biaya tenaga kerja lebih besar.

Baca pula: Beragam Cara Semai Benih, Lontong Hingga Soil Block

Itulah beberapa alasan mengapa benih harus disemai atau manfaat dan tujuan dari menyemai benih. Ayo kita menanam! (#)

John