Begini Cara Menanam Merawat Tabebuya atau Tabebuia sp

tabebuya

Bunga tabebuia atau tabebuya berbentuk terompet dengan beragam warna, antara lain kuning, merah muda, ungu. (foto: @fariez1023)

BATUKITA - Pohon Tabebuia spp atau sering ditulis tabebuya mulai bermekaran di September-Oktober atau menjelang musim hujan. Tanaman dari keluarga Bignoniaceae ini tengah digandrungi karena mekar serempak dan menjadi objek swafoto.

Di kota-kota besar, misalnya di Surabaya dan Malang, tabebuya ditanam di taman-taman tepi jalan. Banyak yang menjulukinya sebagai 'sakura' Indonesia karena dari kejauhan, tabebuia (utamanya yang pink) mirip bunga sakura.

Bila tertarik dengan keindahannya, yuk tanam dan rawat sendiri bunga tabebuia di taman rumah. Apapun warna bunga tabebuia yang ditanam, cara menanamnya sangat mudah. BATUKITA merangkumnya dari beragam sumber dan literatur. Ini tahapannya.

1. Penyemaian benih
Untuk bibit, bisa berasal dari biji atau membeli tanaman yang masih kecil di pedagang tanaman. Bila bibit didapat dari membeli di pedagang tanaman, lewati langkah pertama ini. Langsung menuju langkah ke-2.

Biji bisa didapatkan dari pohon yang telah tua. Ambil saja biji yang telah kering dan jatuh dari pohonnya. Biji biasanya dibungkus kulit biji.

Keringkan biji yang masih dibungkus kulit biji dengan kering angin, minimal seminggu. Pengeringan ini bertujuan agar biji nantinya lebih mudah berkecambah ketika disemai. Sebab bila biji kering, proses imbibisi (masuknya air ke dalam benih) berlangsung cepat.

Siapkan media penyemaian. Bisa berupa campuran kompos dan pasir dengan perbandingan 1:1. Upayakan media penyemaian tetap lembab (tapi jangan sampai menggenang) dengan menyiraminya merata setiap hari.

Berdasarkan George Abraham dalam The Green Thumb Garden Handbook, semaikan biji dengan kedalaman 3x  diameter biji dan letakkan di tempat dengan sinar matahari cukup. Pindah tanaman ke polibag (plastik/pot) bila sudah keluar tiga hingga empat daun. Polibag bisa berisi campuran kompos dan tanah dengan perbandingan 1:1. Biarkan tanaman tabebuia hingga setinggi 50-70 centimeter di polibag sebelum dipindah ke taman.

2. Penanaman bibit
Siapkan lubang penanaman. Ukuran lubang tanam bervariasi. Dengan tinggi bibit 50 centimeter, ukuran lubang tanam PxLxT cukup 50x50x50 (satuan centimeter). Idealnya lubang tanam dibiarkan dulu agar terkena panas matahari beberapa hari. Tetapi langkah ini bisa dilewati. 


Bentuk daun dan kuncup bunga tabebuia kuning (foto: exoticplants)

Masukkan kompos (bisa juga top soil) ke dasar lubang hingga separo tinggi. Kalau penanaman di musim kemarau, sirami dahulu kompos di dalam lubang tanam hingga basah sempurna. Lalu pindah tanaman tabebuia di polibag beserta tanahnya ke dalam lubang.

Sobek polibag di empat sisi dengan pisau cutter, masukkan tanaman beserta tanahnya ke dalam lubang. Selanjutnya timbun lubang dengan campuran kompos dan tanah. Sirami setiap hari.

Saat pemindahan bibit ini bisa pula disertai pemangkasan. Utamanya cabang-cabang yang tidak diinginkan. Pemangkasan untuk memperbaiki bentuk kanopi daun nantinya. Pemangkasan juga mengurangi penguapan tanaman yang baru ditanam.

3. Pemupukan
Untuk tanaman jenis pohon, seperti juga Tabebuia, tidak perlu tergesa dipupuk. Biarkan tumbuh alami dulu setahun. Baru setelah itu bisa dipupuk dengan pupuk organik. Caranya ada dua. Pertama disebar melingkar di sekitar pohon, dengan acuan lingkaran pupuk selebar kanopi daun. Cara kedua dengan membuat lubang di sekitar pohon dengan kedalaman 20 centimeter, lalu diisi dengan pupuk organik.

4. Pemangkasan
George Abraham dalam The Green Thumb Garden Handbook menyarankan, pemangkasan dilakukan secara teratur, setiap tahun di akhir musim panas menjelang musim penghujan. Dengan begitu, diharapkan bentuk kanopi lebih teratur dan muncul cabang atau ranting-ranting muda yang masih segar. Selain itu, juga menjaga performa kanopi daun agar lebih sedap dipandang mata. Sehingga ketika berbunga bisa teratur dan simetris.

5. Pengendalian hama penyakit
Dilansir dari Thpanorama, pada tahap pembibitan, bibit diserang oleh nematoda (Melaidogine incognita) menyebabkan layu, pengeringan dan penghancuran sistem akar. Adanya semut (Formica sp. dan Atta sp.) menyebabkan penggundulan dan deformasi bibit.

Karat ek (Prospodium sp.) bisa menyerang daun. Gejalanya adanya titik nekrotik tidak teratur di daun, menyebabkan daun kering dan gugur.

Dilaporkan juga adanya serangan jamur Crinipellis sp. yang menyebabkan penebalan batang dan produksi tunas yang tidak teratur.

Benih yang disimpan lama cenderung diserang oleh coleoptera (Bruchidae sp.) dan kumbang (Amblycerus sp.), juga jamur Cladosporium sp., Fusarium sp., Curcularia sp. dan Nigrospora sp.

Tentang Tabebuia
Sekilas tentang Tabebuia spp. Nama "roble" kadang-kadang ditemukan dalam bahasa Inggris . Tabebuia disebut pohon terompet. Sering disinonimkan dengan Handroanthus spp. Nama umum bisa disebut amapa naik, apiun, cambora, ek palsu, bunga ungu, guayacan, gurupa, maculisiso, macualiso, macuelizo, nocoque, rosewood, musim semi, mawar ungu, oak, oak putih, ek merah, oak sungai, oak ungu, oak prieto, pink oak, savanna oak, satanicua, taipoca.


Deretan pohon tabebuia di depan Pusdik Arhanudri II Kostrad  Jalan Raya Pendem Kota Batu dengan bunga yang sedang mekar (foto: @aprilia.alby for BATUKITA.com)

Jenisnya ada sekitar 67 spesies. Tabebuia hampir seluruh spesiesnya terdiri dari pohon, hanya beberapa diantaranya sering berupa semak besar. Beberapa spesies menghasilkan kayu , genus ini sebagian besar dibudidayakan sebagai pohon berbunga.

Tabebuia adalah tanaman asli Amerika tropis dan subtropis dari Meksiko dan Karibia hingga Argentina . Sebagian besar spesies berasal dari Kuba dan Hispaniola . Umumnya dibudidayakan dan sering dinaturalisasi atau bertualang di luar jangkauan alaminya . Ia dengan mudah lolos dari penanaman karena banyaknya biji yang disebarkan angin. (*)

Penulis: Ardi Nugroho
Editor: Yosi Arbianto