Keripik Singkong Bojonegoro Tembus Pasar Amerika, Begini Caranya

keripik singkong bojonegoro merek matoh

Keripik singkong "Matoh" asal Bojonegoro (courtesy venuemagz.com for BATUKITA.com)

BATUKITA.COM-Kota Batu - Keripik singkong yang diproduksi usaha kecil dan menengah (UKM) Indonesia ada yang berhasil menembus pasar Amerika Serikat (AS).

Ya, itulah keripik singkong asal Bojonegoro produksi PT Paretu Estu Guna. Ekspor perdana keripik singkong dari perusahaan tersebut dilaksanakan pada Rabu 28 Januari 2020 lalu dengan jumlah 320 karton atau senilai USD 5.200.

UKM PT Paretu Estu Guna merupakan binaan program pendampingan ekspor (Export Coaching Program). Program ini dari Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (PPEI) Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan 2018 lalu.

PT Paretu Estu Guna adalah salah satu perusahaan UKM di Bojonegoro, Jawa Timur yang bergerak di bidang makanan ringan keripik singkong. Mereknya "Matoh". 

Perusahaan yang berdiri sejak 2015 tersebut, kini semakin terkenal dan go global ke beberapa negara. Seperti Tiongkok dan Kuwait.

"Keberhasilan menembus pasar internasional tersebut dicapai atas usaha, kerja keras, serta komitmen pelaku usaha dalam mengikuti program pendampingan ekspor,” kata Direktur Jenderal PEN Dody Edward di Jakarta, dikutip 17 September 2020.

Program pendampingan ekspor merupakan kegiatan pembinaan UKM selama setahun. Kegiatan ini dikhususkan untuk para alumni pelatihan Balai Besar PPEI dan berlangsung sejak 2010. 

Dalam program ini, perserta memperoleh pengetahuan ekspor secara komprehensif dan memiliki kesempatan menjalin jaringan dalam perdagangan internasional.

"Pada program tersebut, pelaku usaha mendapat bimbingan mengenai tata cara ekspor dan informasi mengenai negara tujuan ekspor. Di samping itu, para peserta dapat membuka peluang di negara tujuan eskpor didampingi praktisi pelaku ekspor,” tandas Dody.


Pada 2020, program pendampingan ekspor dilaksanakan di lima daerah. Daerah tersebut yaitu Jakarta untuk wilayah Jabodetabek. Lalu Bandung untuk wilayah Jawa Barat. Semarang untuk wilayah Jawa Tengah, serta Surabaya dan Banyuwangi untuk wilayah Jawa Timur.

“Diharapkan keberhasilan UKM ini dapat diikuti oleh UKM-UKM lainnya,” pungkas Dody.

Bagi UKM yang berminat untuk menembus pasar ekspor, bisa mendapatkan informasi dari laman resmi kemendag ini. (*)

Yosi Arbianto