Ini Tips dan Trik Memancing Ikan di Sungai, Ayo Berangkat Mancing!

memancing ikan di sungai

Memancing ikan di sungai membutuhkan pengetahuan dasar tentang lokasi, karakteristik ikan, umpan dan peralatan (Foto: flyfisherman.com for BATUKITA.com)

BATUKITA.COM-Kota Malang - Memancing ikan di sungai menjadi salah satu rekreasi menyenangkan yang bisa dilakukan kapan saja. Baik musim hujan maupun kemarau. Juga bisa dilakukan siapa pun, baik orang yang sudah mandiri financial maupun yang masih rutin bekerja.

Bagi pemancing pemula, pasti muncul banyak pertanyaan tentang seluk beluk memancing ikan di sungai.Misalnya umpannya apa? Lokasinya dimana? Pakai pancing jenis apa? dan sebagainya

Karakteristk ikan di sungai sangat berbeda dengan ikan di kolam. Pemancing harus pandai-pandai memilih umpan mancing. Termasuk memilih tempat dan alat pancing. Juga strategi memancing.

Untuk itu, berikut beberapa tips memancing di sungai yang dirangkum BATUKITA dari beragam literatur.

1. Menentukan Target Ikan

Menentukan ikan apa yang hendak dipancing cukup penting. Sebab ikan punya selera sendiri-sendiri. Membawa umpan mancing berwujud cacing, jangkrik atau ikan kecil, cocok untuk memancing lele atau ikan gabus.

Untuk memancing nila, pada musim penghujan, jika aliran air sungai tak begitu deras dan dapat ditemukan pinggiran sungai yang airnya agak tenang, maka umpan lumut asli dan pelet udang lumut bisa dipakai. Di musim kemarau, umpan lumut kurang efektif. Lebih efektif menggunakan pelet.

Untuk ikan tawes, sebenarnya tidak jauh berbeda dengan ikan nila. Ikan tawes ini memiliki sifat suka bergerombol, dan gemar dengan lumut serta pelet tengiri belut.

Ikan lele adalah ikan penggemar pelet amis dan predator, sehingga penggunaan pelet amis sangat tepat untuk memancing ikan lele di sungai. Umpan lain yang baik digunakan untuk memancing ikan lele ini adalah cacing merah. Cara memancing sebaiknya dilakukan dengan meletakkan umpan di dasar sungai, sebab ikan lele ini gemar mendekam di dasar sungai.

2. Menentukan lokasi

Arus yang deras, sedikit tenang atau bagian yang dalam dan yang kurang dalam, merupakan kondisi sungai tempat mancing. Di setiap tempat mempunyai penghuninya sendiri-sendiri.

Di arus deras bisa menemukan ikan hampala atau ikan predator lainnya. Setiap predator pasti ada yang dimangsa. Maka di arus yang deras, bisa memancing dengan umpan bergerak, jangkrik atau ikan kecil.

Sedangkan di air yang cenderung diam atau berarus tenang, merupakan tempat ikan gabus, lele dan semacamnya.

Ikan tawes (putihan) lebih suka dengan air yang aliran airnya agak deras, tapi juga tidak terlalu deras.

Tips lain untuk mencari ikan tawes adalah dengan memperhatikan adanya tanaman tepi sungai yang batang atau daunnya masuk ke air. Di spot ini, airnya lebih beriak dan umumnya tersangkut sampah sungai yang banyak mengandung makanan. Di sini disukai ikan tawes.

Untuk ikan nila, umumnya suka di lokasi yang airnya lebih tenang dan banyak terdapat tumbuhan air ataupun tumbuhan darat yang masuk ke air. Lokasi ini sangat digemari ikan nila.

Ikan nila juga suka dengan lokasi yang airnya agak memusar dengan gerakan lambat. Tips penting dalam memilih lokasi ikan nila di sungai adalah ikan nila suka dengan lokasi di tepian sungai, tidak di tengah.

Cara menentukan lokasi memancing ikan lele adalah: pilih lokasi yang airnya agak tenang, umumnya di pinggiran sungai. Lalu cari area yang berlumpur, jangan cari area yang berbatu.

Untuk ikan sogo, umumnya suka dengan air yang agak deras aliran airnya dan condong di tengah sungai.

Untuk ikan patin (jambal) umumnya suka dengan lokasi sungai yang dalam. Bagian spot sungai yang dalam umumnya banyak terdapat ikan jambal yang besar-besar.

Ikan jambal suka berlindung sehingga ikan jambal akan mudah didapat di sungai yang banyak tanamannya. Ikan jambal memiliki sifat pemangsa, sehingga ikan jambal juga mudah dijumpai di sungai yang banyak ikan kecilnya.

3. Mata Kail dan Joran Pancing

Setelah jenis ikan dan lokasi, serta kita menentukan umpan mancing, selanjutnya memilih joran pancing dan mata kail yang sesuai.

Peralatan yang sesuai walau sederhana tapi tepat, akan lebih bermanfaat daripada yang mahal tapi tidak tepat.

Misalnya untuk ikan tawes di sungai kecil, sebaiknya menggunakan joran tegek (pole) yang lentur plus pelampung. Joran antena kaku tidak tepat digunakan, sebab akan menghasilkan hentakan kuat. Sehingga mulut ikan mudah robek dan ikan mudah lepas.

Senar pancing yang cocok adalah yang sangat tipis dan lembut. Misalnya Orca Hoshino 50 m dengan ukuran 0,10 mm - 0,16 mm. Mata kail sebaiknya menyesuaikan tergantung besar kecilnya ikan yang dipancing. Kail mulai dari yang kecil berukuran 0,3.

Untuk memancing ikan lele, bisa menggunakan joran solid (tak berlobang di bagian tengah) yang tahan patah. Joran solid ini dipilih untuk mengantisipasi mengangkat ikan lele berukuran besar kisaran 3-5 kilogram. Senar pancing bisa berukuran 0,30 mm.

Jika ikan lele yang ada hanya kecil-kecil dengan bobot maximal 1 kilogram, cukup gunakan senar pancing ukuran 0,23 mm-0,25 mm. Apabila menggunakan senar pancing kecil ini dan mendapat ikan lele besar, terpaksa pelan-pelan meminggirkan ikan lele kemudian ikan lele diambil dengan tangan atau alat.

Memancing ikan lele di sungai wajib menggunakan umpan yang mendasar di sungai, sebab ikan lele gemar bersantai di dasar sungai.

Untuk mata kail, memancing ikan lele, sebaiknya menggunakan kail berukuran besar. Untuk ikan lele sebesar setengah legan atau sekitar bobot 5 ons, bisa digunakan kail ukuran 9. Untuk ikan lele bobot kisaran 1-1,5 kilogram, baik digunakan kail ukuran 10-12. Sedangkan untuk ikan lele diatas 1,5 kiogram, baik digunakan kail ukuran 15. (*)

Yosi Arbianto