Kominfo RI Ajak Kaum Wanita Berkiprah di Sektor TIK

mira tayyiba kominfo

Sekretaris Jenderal Kementerian Kominfo, Mira Tayyiba (Kominfo RI for BATUKITA.com)

BATUKITA.COM-Kota Batu -  Kementerian Komunikasi dan Informatika mendorong perempuan lebih aktif berkiprah di sektor teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Baik lewat pendidikan maupun dalam hal pekerjaan.

Salah satu cara yang ditempuh Kominfo dengan mengusulkan pengembangan platform yang dapat menyuarakan aspirasi kaum perempuan.

Sekretaris Jenderal Kementerian Kominfo, Mira Tayyiba dalam siaran pers, dikutip Senin 31 Mei 2021, mengatakan usulan tersebut akan disampaikan dalam International Telecommunication Union (ITU) World Telecommunication Development Conference (WTDC).

“Karena saat ini masih mayoritas pria yang paling banyak. Jadi, di sidang ITU kami mendorong perempuan untuk mengikis kesenjangan (peran di sektor TIK) itu. Tidak hanya sebagai delegasi, tetapi juga untuk menjadi pemimpin,” ungkapnya dalam Pertemuan Network of Women The Telecommunication Development Advisory Group (TDAG) yang berlangsung virtual, dari Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta, Jumat 28 Mei 2021.

Bahkan, sebagai salah satu inisiatif di Asia dan Pasifik, Sekjen Mira menyatakan Kementerian Kominfo ingin menciptakan platform di mana aspirasi perempuan dapat disuarakan.

Hal itu diperlukan guna meningkatkan jumlah perempuan yang mengambil peran dalam struktur kepemimpinan serta proses untuk mempersiapkan WTDC dan konferensi lainnya di masa mendatang.

"Hal ini dapat dicapai dengan membangun platform dan jaringan tertentu bagi delegasi perempuan di setiap wilayah. Oleh karena itu, mari kita gunakan kesempatan ini untuk membangun progres sebelumnya dan menciptakan momentum,” kata perempuan berkacamata ini.

Sekjen Mira mengaku senang dapat berpartisipasi dalam Meeting Network of Women di TDAG 2021 untuk mengubah momentum ini menjadi tindakan dan memberdayakan perempuan di sektor TIK.

“Seperti yang diketahui, saat ini WTDC 2021 untuk Asia dan Pasifik, telah ditetapkan pada pertemuan persiapan WTDC ITU Asia dan Pasifik pada tanggal 9 Maret 2021, dengan 43 persen partisipasi peserta perempuan,” ungkapnya.

Menurut Sekjen Kementerian Kominfo, WTDC 2021 merupakan konferensi pengembangan yang sangat penting bagi para delegasi untuk menyuarakan aspirasi perempuan. “Tidak hanya para wanita yang ingin kami layani, tetapi juga para delegasi perempuan kami yang bekerja untuk membawa keterhubungan penuh di setiap wilayah mereka,” jelasnya.

Girls in ICT Day Indonesia 2021

Dalam Forum TDAG, Sekjen Mira memaparkan beberapa kegiatan yang telah dilakukan Kementerian Kominfo dan berdampak dalam upaya peningkatan partisipasi perempuan di kawasan Asia dan Pasifik.

Sekjen Mira Tayyiba mengatakan, pada 22 April 2021 yang lalu, Kementerian Kominfo bersama ITU telah sukses menyelenggarakan Hari TIK di Indonesia untuk memperingati 10 Tahun Girls in ICT dengan segmentasi keterlibatan partisipasi pembicara perempuan.

“Pada segmen keterlibatan tingkat tinggi, Girls in ICT Day di Indonesia tidak mungkin dilaksanakan tanpa partisipasi dan kontribusi dari PBB dan organisasi regional lainnya, perusahaan sektor swasta, organisasi masyarakat sipil, dan akademisi,” paparnya.

Selain itu, Sekjen Kementerian Kominfo menyatakan saat ini Kantor Regional ITU Asia dan Pasifik melakukan survei untuk mengetahui potensi pengembanan aktivitas nyata yang akan diselenggarakan pada bulan-bulan mendatang, termasuk pelatihan dan mentoring untuk perempuan.

“Kantor Regional ITU ASP berencana menyelenggarakan pelatihan kepemimpinan virtual pertama untuk perempuan di Asia dan Pasifik yang akan dilakukan pada bulan Juli tahun ini. Di samping itu, ASP Regional Office ITU juga akan melakukan program mentoring dengan negara-negara anggota ITU Asia dan Pacific, pembinaan dan sesi pelatihan dengan para trainer dalam berbagai tema seperti pendidikan, kebijakan umum TIK, serta pelatihan praktik mengajar,” jelasnya

Penyelenggaraan pelatihan itu menjadi bagian dari Network of Women untuk WTDC-21 Asia dan Pasifik. Sekjen Mira mengharapkan pelatihan yang berlangsung akan dapat meningkatkan keterampilan teknis dan kepemimpinan perempuan.

“Melalui program perencanaan pelatihan dan pendampingan, kami berharap lebih banyak wanita dan anak perempuan dapat memperoleh manfaat dan mendapatkan akses ke pelatihan, lokakarya, dan kursus e-learning yang relevan terkait dengan keterampilan teknis dan kepemimpinan,” ungkapnya.

Bahkan ke depan, Sekjen Kementerian Kominfo mengharapkan pelatihan itu akan berkembang menjadi platform untuk mengatasi tantangan dan menjajaki kemungkinan peluang bagi delegasi perempuan.

“Ini juga akan memungkinkan berbagi pengalaman penting dalam komunitas yang mendukung melalui peluang pendampingan dan peluang relasi sebagai batu loncatan penting untuk meluncurkan Konferensi Pengembangan Telekomunikasi Dunia (WTDC) 2021 secara global,” harapnya.
 
Sekjen Mira menyatakan Kementerian Kominfo membuka kesempatan kepada masing-masing perwakilan delegasi yang mengikuti pertemuan pada hari ini untuk memberi tanggapan positif dan berharap semua delegasi perempuan dari Asia dan Pasifik dapat bergabung pada pertemuan berikutnya di GSR-21 dan WTDC-21.

Dalam pertemuan yang dihadiri oleh 158 negara-negara anggota ITU, Sekjen Kementerian Kominfo mewakili Chair dari Asia Pasifik. Penyelenggaraan TDAG-21 bertujuan guna mendorong perempuan untuk bisa aktif di pertemuan-pertemuan ITU dan menjalin relasi di tingkat global. (*)

John