banner atas

hut-ri-81

Setek Akar, Cara Mudah Dapatkan Bibit Buah Sukun

buah sukun diperbanyak dengan setek akar

Buah sukun yang belum terlalu matang (Foto: courtesy Kementan RI for BATUKITA.com)

BATUKITA.COM-Kota Batu - Pemerintah RI tengah mendorong secara luas agar buah sukun dijadikan sumber bahan pangan alternatif.

Kalau ingin menanamnya, bagaimana cara mendapatkan bibitnya?

Cara paling mudah dan efisien mendapatkan bibit dan memperbanyak tanaman sukun adalah dengan setek akar.

Cara Memperbanyak Tanaman Sukun dengan Setek Akar

Setek akar adalah cara pembuatan bibit menggunakan bagian akar sebagai sarana perbanyakan tanaman.

Bila pada setek batang tunas keluar dari mata tunas, pada setek akar, tunas akan keluar dari bagian akar yang mula-mula berbentuk seperti bintil.
 
Tunas bisa juga muncul dari bekas potongan akar yang mula-mula membentuk kalus. Dari kalus ini berubah menjadi tunas atau akar.

Selain sukun, beberapa tanaman buah yang dapat diperbanyak dengan cara setek akar antara lain jambu biji, jeruk dan kesemek.

Berikut ini tahapan teknis setek akar untuk memperbanyak tanaman sukun.

  1. Bahan setek akar harus diambil dengan cara menggali lubang di sekeliling pokok pohon induk.
  2. Potong akar lateral pohon sukun induk. Akar lateral yakni akar yang tumbuh ke arah samping sejajar, permukaan tanah.
  3. Pilihlah akar yang berdiameter sekitar1 cm.
  4. Setelah akar diambil, lubang ditutup kembali.
  5. Akar dipotong-potong dengan panjang antara 5-10 cm.
  6. Pada waktu memotong akar ini harus DIPERHATIKAN agar bagian akar yang dekat dengan pohon atau pangkal akar dipotong secara SERONG. Sedangkan bagian dekat ujung akar dipotong secara DATAR atau lurus. Hal ini diperlukan sebagai tanda agar pada waktu menyemai posisinya tidak terbalik.
  7. Siapkan media penyemaian setek akar dari pasir basah. Penyemaian bisa dilakukan di dalam kotak kayu atau di bedengan persemaian.
  8. Setek disemaikan dengan cara tegak atau berdiri, bisa juga dengan dibaringkan. Untuk penyemaian posisi tegak, jarak yang digunakan adalah 5x5 cm.
  9. Ingat, bagian pangkal akar (potongan serong) yang dibenamkan ke dalam media kira-kira 3 cm atau setengah dari panjang setek.
  10. Bila penyemaian dengan dibaringkan, maka setek disusun dalam barisan. Jaraknya 5 cm
  11. antar barisan, kemudian setek di tutup pasir. Dengan begitu setek berada pada kedalaman 1,5-2 cm di bawah permukaan media.
  12. Rawat dengan cara menyiram namun jangan sampai tergenang.
  13. Setelah 3-4 minggu setek akan bertunas dan berakar. Setek bisa dipindahkan ke polybag setelah lebih kurang 2 bulan. Selanjutnya bibit dalam polibag itu disimpan di bawah naungan sampai berumur sekitar 6 bulan.
  14. Selain setek, sukun bisa juga diperbanyak dengan okulasi, sambung, penyusuan, dan cangkok.

Sekilas Buah Sukun

Selama ini, sukun (Artocarpus altilis) diolah masyarakat sebatas camilan. Misalnya dibuat keripik atau gorengan.

Padahal, tanaman endemik negara kepulauan ini kaya nutrisi dan bisa menjadi bahan alternatif makanan pokok, tepung bebas gluten dan olahan lain.

Sukun termasuk dalam genus Artocarpus dari famili Moraceae yang memiliki sekitar 70 spesies.

Tanaman ini mampu tumbuh pada berbagai kondisi lingkungan dengan potensi hasil 60 ton per hektar.

Genus ini berasal dari kawasan Asia Selatan dan Asia Tenggara, dengan Kalimantan dikenal sebagai salah satu pusat keanekaragaman tanaman tersebut.

Kandungan gizi buah sukun sangat cocok untuk pengganti makanan pokok, misalnya beras. Karena dalam 100 gram sukun bisa menghasilkan energi setara 126 kkal.

Dalam 100 gram buah sukun mengandung karbohidrat kompleks lebih kurang 24,5 gram hingga 31,9 gram (lebih tinggi daripada kentang).

Kandungan seratnya sekitar 1,5 gram hingga 5,4 gram. Sementara kandungan proteinnya kurang lebih 1,6 gram hingga 4 gram.

Untuk kandungan lemak sangat rendah, sekitar 0,2 gram.

Vitamin dalam 100 gram sukun meliputi Vitamin C (kurang lebih 29 mg atau 48% kebutuhan harian), vitamin B kompleks, beta-karoten, serta lutein.

Dalam buah sukun terkandung mineral Kalium (376–436 mg), kalsium, fosfor, magnesium, zat besi, dan natrium.

Antioksidan yang ada pada buahnya meliputi senyawa fenolik, flavonoid, xanthin, dan kurkuminoid.

Terakhir, sukun bisa jadi alternatif sumber karbohidrat bagi penderita diabetes karena indeks glikemiknya tergolong rendah, sekitar 23–60. (#)

Yosi Arbianto