Alur Pengolahan Sampah Sistem Insinerasi, Coba Deh

alur incinerotor sampah

Insinerasi (pembakaran suhu tinggi) menjadi salah satu solusi mengurangi sampah organik dan anorganik perkotaan. Ilustrasi tumpukan sampah di Yogyakarta (Foto: courtesy uad.ac. id for BATUKITA.com)

BATUKITA.COM-Kota Malang - Insinerasi (pembakaran suhu tinggi) menjadi salah satu solusi mengurangi sampah organik dan anorganik perkotaan.

Kelebihan insinerasi adalah mengubah sampah menjadi abu, uap dan cairan yang volumenya jauh lebih kecil dari sampah asal.

Lebih dari itu, hasil pembakaran dari teknologi insinerasi bisa dijadikan sebagai sumber tenaga listrik.

"Untuk insinerator skala besar dengan pembakaran sampah di atas 500 ton per hari, hasil dari pembakaran tersebut berupa panas bisa dimanfaatkan sebagai energi listrik, " ungkap Anto Tri Sugiarto, Peneliti Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Pengembangan Instrumentasi (BPI) LIPI, di Jakarta, November 2015 silam.

Untuk diketahui, LIPI per 2021 menjadi organisasi pelaksana (OPL) dalam naungan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Agar gas buang hasil pembakaran dari insinerator tidak lagi mengandung gas polutan yang berbahaya, tim peneliti LIPI kala itu berhasil mengembangkan insinerator yang dilengkapi unit plasma.‬


Dijelaskan Anto, unit plasma adalah sebuah alat yang menggunakan metode plasma non-thermal yang menguraikan gas buang yang beracun menjadi tidak beracun.‬

‪ "Metode plasma merupakan teknologi yang menggunakan proses tumbukan elektron yang dapat mengionisasi dan menguraikan gas beracun seperti NOx. SOx, dioxin dan furan menjadi gas yang aman dan dapat dilepas ke lingkungan. Ini bisa menjadi solusi pembakaran sampah yang lebih bersih dan tidak mencemari lingkungan, " jelasnya.

alur kerja incinerator

Alur kerja incinerator (Foto: Guidelines on best available techniques (BAT) and provisional guidance on best environmental practices (BEP) – Municipal Solid Waste Incinerator for BATUKITA.com)

Dikutip dari Pedoman Teknis Insinerasi Limbah Padat Perkotaan (2008), insinerasi limbah padat perkotaan biasanya disertai dengan recovery energi (waste to energy) dalam bentuk uap dan/atau pembangkit listrik.

Insinerator juga dapat dirancang untuk mengakomodasi pengolahan limbah padat perkotaan untuk bahan bakar, serta pembakaran dengan bahan bakar fosil.


Insinerator sampah kota tersedia dalam berbagai paket ukuran, dari unit kecil pengolahan batch tunggal dengan kapasitas hanya beberapa ton per hari sampai unit yang sangat besar dengan kapasitas lebih dari ribuan ton dengan pengolahan kontinyu.

Keuntungan utama dari insinerasi limbah padat perkotaan adalah penghancuran organik material (termasuk beracun), pengurangan volume sampah dan konsentrasi polutan (misalnya logam berat) menjadi abu dalam jumlah yang relatif sedikit.

Namun, abu polutan ini memerlukaan tempat pembuangan yang aman meski relatif sedikit dibanding volume sampahnya.(#)

John