Kokedama Sabut Kelapa Laku Ekspor ke Jepang

kokedama kota batu

Kiri adalah bentuk kokedama berbahan sabut kelapa produksi Creative Kokedama Kota Batu. Kanan adalah kokedama di Jepang berbahan lumut atau moss (Foto: courtesy Creative Kokedama dan thejapanbox for. BATUKITA.com)

BATUKITA.COM-Kota Batu - Pot berbahan baku sabut kelapa alias kokedama asal Kota Batu, Jawa Timur, menjadi komoditi ekspor ke Jepang.

Kontrak kerjasama ekspor eksklusif dilakukan Creative Kokedama Kota Batu dengan perusahaan Jepang, Bong Syoji. Co, Ltd .

Dalam kontrak 2024 itu, Creative Kokedama Kota Batu bakal memasok lebih dari 20 ribu produk kokedama ke pasar Jepang.

Pemilik Creative Kokedama, Dwi Lili Indayani, mengatakan pihaknya bakal mengirim sekitar 20 ribu produk kokedama beragam bentuk ke Jepang.

Ekspor ke Jepang ini memasuki tahun kedua. Ekspor pertama dilakukan 2023.

Pada 2024, nilai kontrak diperkirakan mencapai Rp800 juta. "Tahun ini kontrak eksklusif, sekitar 20 ribu produk kokedama dengan nilai kurang lebih Rp800 juta," kata Lili, dilansir BatuKita dari Antara, Rabu 24 Januari 2024.


Untuk diketahui, sejatinya kokedama adalah teknik menanam dari Jepang dengan menempatkan tanaman dalam bola media tanam (bisa tanah), kemudian membungkusnya dengan moss (lumut), lalu mengikatnya dengan tali. Lumut yang diikat itu seakan menjadi pot.

Kokedama secara bahasa adalah gabungan dari kata “koke” dan “dama”. Koke artinya moss atau lumut. Dama artinya bola. Jadi secara bahasa kokedama artinya “bola lumut” atau “moss ball”.

Namun kokedama di Kota Batu tidak menggunakan lumut, melainkan sabut kelapa.

Media tanam yang digunakan bisa moss, lumut, tanah, cocopeat dan umumnya tanaman diletakkan di piring/tatakan atau digantung

Lili menambahkan, produk kokedama miliknya menggunakan bahan baku sabut kelapa.

Untuk memenuhi permintaan pasar, pihaknya menggandeng pelaku usaha skala kecil yang berada di wilayah Desa Sidomulyo, Kota Batu.

"Selain itu, kami juga bekerja sama dengan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wanita Malang untuk produksi, ada kurang lebih 60 orang. Selain itu, juga dari Desa Sidomulyo ada 50 orang," katanya.

Sementara itu, perwakilan Bong Syoji. Co, Ltd, Hiroyuki Ookubo mengatakan pasar produk kokedama yang diproduksi pelaku usaha asal Kota Batu memiliki peluang menjanjikan.

Selain kokedama, ia juga tengah mencari berbagai produk unggulan seperti pot tanaman berbahan baku tanah liat untuk dipasarkan di Negeri Sakura.

"Untuk pasar kokedama di Jepang sangat banyak. Selain itu, kami juga mencari produk lain seperti pot dari terakota. Kami berkeliling Indonesia untuk mencari produk-produk tersebut," katanya.


Penjabat (Pj) Wali Kota Batu Aries Agung Paewai menambahkan, ekspor produk kokedama ke Jepang tersebut diharapkan mampu membuka potensi lain yang dimiliki Kota Batu.

"Kami ingin membangkitkan anak muda yang lain untuk memiliki dan membuka potensi yang sama agar mampu ekspor juga," katanya.

Ia menambahkan, meskipun Kota Batu merupakan kota kecil di Jawa Timur, namun memiliki potensi dan mampu menghasilkan produk-produk berkualitas untuk pasar ekspor.
 
Diharapkan, dengan kerja sama kali ini bisa menarik perusahaan lain yang ada di Jepang untuk melakukan kerja sama.

"Ini harapan yang tidak muluk-muluk, kota kecil yang memiliki potensi produk yang bisa diandalkan. Kerja sama ini, kami berharap bisa dikembangkan, termasuk dengan perusahaan lain di Jepang sana," katanya.(#)

John