Manfaat Seledri untuk Camilan Hingga Pembangkit Gairah

tanaman seledri iris

Tanaman seledri iris (Apium graveolens) banyak terdapat di Kota Batu. Beragam manfaat terkandung dalam seledri ini. (Foto: BATUKITA.com) 

BATUKITA (KOTA BATU) - Seledri dikenal oleh masyarakat sebagai bumbu penyedap sekaligus sayur. Seledri digunakan sebagai penyedap dalam hidangan sup, bakso, soto, tahu tek, tumis, steak dan banyak lagi jenis masakan yang menggunakan seledri. Selain penyedap, seledri juga digunakan untuk penghias masakan.

Kota Batu merupakan salah satu wilayah penghasil tanaman seledri.  Ratusan kilogram tanaman seledri dipanen oleh petani di Kota Batu setiap harinya.  Tanaman seledri ini punya harga jual yang relatif menguntungkan bagi petani Kota Batu. Harga berfuktuasi antara Rp 4.000 hingga Rp 10 ribu per kilogram.

Seledri bukan tanaman asli Indonesia. Dari beberapa referensi, seledri masuk ke Indonesia karena dibawa oleh Belanda saat menjajah Indonesia.

Seledri yang banyak terdapat di Kota Batu (juga Indonesia) adalah jenis seledri daun atau seledri iris (Apium graveolens). Jenis-jenis lain banyak terdapat di Eropa dan Amerika. Anggota lain dari Apiaceae berbunga ini antara lain wortel, termasuk parsnip, peterseli, dan celeriac.


Dilansir dari medicalnewstoday, manfaat seledri banyak sekali. Seledri telah dikenal sebagai camilan. Seledri terkenal sebagai camilan karena batangnya yang renyah. Di Eropa dan Amerika, orang sering mengonsumsi batang seledri sebagai camilan berkalori rendah.

Seledri tidak hanya rendah kalori. Seledri dipercaya memperbaiki fungsi saluran pencernaan dan sistem kardiovaskular. Biji tanaman digunakan dalam pengobatan untuk membantu meringankan rasa sakit dan meringankan peradangan.

Seledri juga diyakini sebagai sayuran anti-hipertensi, mengurangi risiko kanker dan mencegah kehilangan penglihatan karena usia. Fungsi lainnya adalah sebagai peluruh (diuretika), anti reumatik serta pembangkit nafsu makan (karminativa). Umbinya memiliki khasiat yang mirip dengan daun dan bisa digunakan sebagai afrodisiaka (pembangkit gairah seksual).

Fungsi seledri mengurangi peradangan (inflamasi) karena kandungan apigenin. Sebuah penelitian yang diterbitkan di Molecular Nutrition and Food Research menyelidiki, apakah bahan kimia ini dapat membantu memodifikasi atau mengurangi kerusakan yang disebabkan oleh peradangan.

Para peneliti menyimpulkan bahwa makanan kaya apigenin bisa mengurangi ekspresi protein inflamasi tertentu pada tikus. Dengan cara ini, mereka dapat mengurangi peradangan dan mengembalikan keseimbangan kekebalan tubuh.

Sedangkan fungsi seledri sebagai penurun hipertensi terbukti dalam sebuah percobaan pada tikus. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Medicinal Food menunjukkan bahwa biji seledri memiliki efek penurun hipertensi pada tikus.

Penelitian ini melihat efek ekstrak biji seledri pada tekanan darah tikus dengan tekanan darah normal dan tikus dengan hipertensi yang diinduksi secara buatan.

Para penulis menyimpulkan bahwa ekstrak biji seledri memiliki sifat antihipertensi. Tampaknya disebabkan tindakan hidrofobik aktifnya seperti NBP (n-butylphthalide) dan dapat dianggap sebagai agen antihipertensi dalam pengobatan kronis peningkatan tekanan darah. Efek ini mungkin serupa pada manusia.

Penelitian tentang seledri sebagai anti kanker menemukan bahwa seledri mengandung flavanoid yang disebut luteolin. Para peneliti percaya bahwa luteolin dapat memiliki sifat anti kanker.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Current Cancer Drug Target mengatakan bahwa luteolin membuat sel-sel kanker lebih rentan terhadap serangan oleh bahan kimia yang digunakan dalam terapi.


Kandungan Nutrisi Seledri

  1. Antioksidan: Seledri merupakan sumber antioksidan.
  2. Fitonutrien :  asam fenolik, flavonol, dihydrostilbenoids, flavon, furanocoumarin, pitosterol
  3. Vitamin dan mineral: Seledri kaya akan vitamin K, mengandung folat, vitamin A, potasium dan vitamin C.
  4. Serat makanan: Seledri sumber serat makanan yang baik. Satu cangkir seledri cincang atau 100 gram seledri, mengandung 1,6 gram serat.


Risiko

Meski kaya manfaat, ada risiko ketika mengonsumsi seledri berlebihan. Seledri termasuk dalam kelompok kecil makanan yang dapat menyebabkan reaksi alergi yang parah, dan ini dapat menyebabkan syok anafilaksis yang fatal.

Mereka yang alergi terhadap seledri harus berhati-hati dan memeriksa label makanan, karena potongan kecil seledri dapat menyebabkan reaksi.

Seledri juga memiliki kandungan natrium yang relatif tinggi, yaitu 35 miligram per tangkai. Namun, ini sangat sedikit dibandingkan dengan 1.500 miligram per hari yang direkomendasikan oleh American Heart Association. Juga jauh lebih sedikit dari 3.400 miligram per hari yang dikonsumsi oleh kebanyakan orang Amerika. Ini masih merupakan makanan rendah sodium.


Tips Membeli dan Menyimpan Seledri

Mengutip healthline, saat membeli seledri carilah batang yang kokoh dan tegak. Batang itu harus mudah patah ketika Anda menariknya, bukan menekuknya.

Kondisi daun harus segar, mulai dari warna hijau pucat hingga hijau cerah. Hindari seledri dengan bercak kuning atau coklat.

Potong seledri sesaat sebelum dimasak atau disajikan untuk menjaga nutrisi. Seledri yang telah dicincang dan disimpan selama beberapa jam, akan kehilangan nutrisi.

Untuk mempertahankan kandungan nutrisi, coba seledri kukus.  Seledri kukus akan mempertahankan rasa dan hampir semua kandungan nutrisi.

Makanlah seledri yang dibeli dalam lima hingga tujuh hari. Makan seledri segar dalam waktu lima hingga tujuh hari agar bisa menikmati manfaat dan nutrisinya secara maksimal.

Makanlah daunnya. Jangan membuang daun seledri. Di situlah seledri memiliki kalsium, kalium, dan vitamin C. Tetapi untuk mencegah kerusakan karena tidak menyimpan dengan baik, konsumsilah daun seledri dalam satu atau dua hari setelah pembelian.

Anda bisa memakannya mentah atau dimasak. Seledri juga bisa dikukus atau dipanggang untuk dinikmati sebagai camilan.  Mau mencoba? 

Penulis: Ardi Nugroho
Editor : John